Sabtu, 09 April 2011

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI HISTOLOGI AVES


LAPORAN PRAKTIKUM
ANATOMI HISTOLOGI

PENGAMATAN ANATOMI EKSTERNAL DAN INTERNAL AVES


Oleh:
LENI AGUSTINA
0910910054

logo UB


LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2010
BAB I
METODE PRAKTIKUM

1.1.Waktu dan Tempat
Praktikum Anatomi HIstologi tentang  “Pengamatan Anatomi Eksternal dan Internal  Aves” dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2010 pukul 07.30-09.30 WIB. Bertempat  di Laboratorium Fisiologi, Kultur Sel, dan Jaringan Hewan, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang.

1.2.Alat dan Bahan
Dalam praktikum ini di gunakan alat dan bahan yaitu alat yang digunakan anatara lain pisau bedah, papan bedah, tissue, gunting bedah, sarung tangan,  jarum pentul, pinset, serta alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu  burung merpati (Columba livia).
1.3.Cara Kerja
1.3.1.Inspectio
 


Disembelih sampai benar-banar mati
Diletakkan di papan bedah
Dibersihkan dengan tissue darahnya
Diamati seluruh bagian eksternalnya
Digambar dan diberi keterangan


Penampang eksternal Columba livia
 
 






1.3.2.Sectio
Columba livia
 
 


 

Diletakkan telentang pada papan bedah
Difiksasi bagian sayap dan anggota gerak lainnya
Dibuka sedikit bulu pada bagian linea mediana dan di usap ke bagian laterall
Digunting menggunakan gunting bedah pada bagian kulit di linea mediana mulai dari daerah sternum sampai ke cranial hingga di bawah mandibula dan caudal sampai di dekat organ genitalia
Diangkat bagian kulit dari jaringan dibawahnya dengan scapel
Dibuka dinding perut di linea alba dari symphisis processus xiphoideus sterni
Dipotong ke lateral mengikuti arcus costarum
Diamati bagian organ-organ internalnya
Digambar dan diberi keterangan


Penampang anatomi internal Columbia livia
 
 



1.3.3. Pengamatan systema
Pengamatan systema ini dilakukan setelah proses sectio selesai kemudian mengamati organ-organ dalam yang membentuk beberapa system pada Columba livia . Ada 5 systema yang diamati dalam tubuh Columba livia antara lain :
1.      Sistem Cardiovasculare
Burung mempunyai system cardiovasculare yang tersusun dari jantung yang terletak di linea mediana dan terbagi menjadi sempurna atas 4 bagian dan dibungkus oleh pericardium (otot jantung). Perkardium yang dibuka akan nampak bagian-bagian cor yaitu atrium dexter, atrium sinistrum, ventrikel sinister, dan ventrikel dexter. Atrium sinistrum dan dexter di[isahkan oleh septum atriorum. Ventrikel sinister dan dexter dipisahkan oleh septum ventriculorum.
2.      Sistem digestorium
System pencernaan pada Columba livia dibedakan menjadi dua yaitu Tractus digestivus (saluran pencernaan) dan Glandula digestoria (kelenjar pencernaan). Tractus digestivus disusun rostrum, cavum oris (rongga mulut), pharynx, esophagus yang terdapat tembolok, proventriculus (lambung kelenjar),  ventrikulus (lambung pengunyah), intestinum tenue ada dua bagian yaitu pars descendens dan pars ascendens, intestinum crasum, dan rectum yang bermuara pada kloaka. Glandula digestoria terdiri dari glandula salivales,  hepar (hati), dan pancreas.
3.      Sistem urogenitalia
System urogenital pada Columba livia  dibedakan atas organa uropeutica dan organa genitalia yang masing-masing terdiri dari beberapa organ. Organa uropetica disusun oleh ren, ureter, dan kloaka. Organa genitalia terdiri atas dua berdasarkan jenis kelamin yaitu pada feminia yang terdiri dari ovarium, oviduct, mesovarium, dan mesosalphinx sedangkan pada masculine terdiri dari testis, epididimis, ductus deferens, dan hesorchium.
4.      System respiratorium
System respirasi pada Columba livia terdiri atas nares, nares posteriors, larynx, trachea, pulmo, syrinx, dan saccus pneumatiscus (pundi-pundi udara). Saccus pneumaticus ada lima jenis yaitu saccus cervicalis, saccus interclavicularis, saccus thoracalis anterior, saccus thoracalis posterior, saccus abdominalis.
5.      System nervosum
System nervosum pada Columba livia terdiri dari encephalon yang mengisi seluruh crania (ruang tengkorak). Enchepalon tersebut terdiri atas prosencephalon, mesencephalon, cerebellum, dan nervi craniales.


BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. Deskripsi
2.1.1. Deskripsi Pengamatan
a. Anatomi eksternal aves
Pengamatan secara langsung menunjukkan bahwa bagian eksternal dari Columba livia terdiri dari caput (kepala), bulu-bulu, truncus (badan), cauda (ekor) dan extrimitas (alat gerak). Pada bagian caput Columba livia terdapat rostrum (paruh), Nares (lubang hidung), cera, organon visus, porus acusticus externus, dan membrane tympani. Pada bagian truncus di liputi bulu-bulu dan terdapat uropygium. Bulu-bulunya terbagi menjadi 3 macam yaitu plumae, plumulae, dan filoplumae. Plumae terdiri dari calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus superior, vexillum. Plumulae terdiri dari calamus pendek, rachis yang agak tereduksi, barbae panjang dan fleksibel, dan barbulae pendek. Filolumae tubuh di seluruh tubuh tapi jaraknya sangat jarang.
Bagian ektrimitasnya terdiri atas extrimitas superior dan extrimitas inferior. Extrimitas superior berupa sayap yang skeletonya terdiri dari humerus (tulang lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta), ossa carpalia (tulang pergelangan tangan), carpo metatarsus (tulang telapak tangan), dan digiti (ruas jari). Sedangkan extrimitas inferior berupa tangkai yang terdiri atas patella (tulang lutut), tibio-tarsus (tulang pergelangan kaki), fibula (tulang betis), tarso metatarsus (persatuan antara ossa tarsalia dan ossa metatarsalia), dan phalanges yang terdapat digiti yang mempunyai falcula.



 











Gambar 1. Penampang  anatomi eksternal Columba livia nampak dari samping
Keterangan :
1.)    Rostrum                                 6.)Caput
2.)    Nares                                      7.)Cervix
3.)    Cera                                       8.)Truncus
4.)    Organon visus                                    9.)Cauda
5.)    Porus acusticus  externus       10.)Kloaka


 











Gambar 2. Penampang bulu pada Columba livia       
Keterangan gambar :
1.)                         Vexillum
2.)                         Rachis
3.)                         Umbilicus superior
4.)                         Calamus
5.)                         Umbilicus inferior

Gambar 3. Penampang extrimitas inferior pada Columba livia
Keterangan :
1.)    Patella
2.)    Tibio tarsus
3.)    Fibula
4.)    Tarso metatarsus
5.)    Phalanges
6.) Falcula
b. anatomi internal aves
Pengamatan alat-alat dalam Columba livia terlhat terdapat beberapa organ. Organ-organ tersebut meliputi hepar, pharink, pulmo, empedal, gonad, pancreas, intestinum tenue, intestinum crasum, spleen, cor, dan trakea. Hepar terletak di bawah pulmo, cor terletak di bagian ventral menutupi pulmo, empedal didekat hepar, pancreas dikelilingi intestinum, spleen diantara 2 hepar, gonad terletak di bagian agak bawah dekat intestinum, dan trakea terletak di bagian cervix.




Gambar 4. Penampang anatomi internal Columba livia
Keterangan :
1.)    Pharink                     6.) Pankreas
2.)    Pulmo                       7.) Usus
3.)    Hepar                                    8.) Spleen
4.)    Empedal                   9.) Cor
5.)    Gonad                       10.) Trakea


2.1.2. Deskripsi literature
a. anatomi ekternal
Aves merupakan kelas tersendiri dalam kingdom animalia, aves atau burung memiliki ciri umum yaitu berbulu dan kebanyakan diantara mereka bisa terbang. Kelas aves merupakan satu-satunya kelompok hewan yang memiliki bulu. Salah satu contoh dari aves tersebut adalah Columba livia. Columbia livia merupakan spesies hewan bertulang belakang (vertebrata) dari kelas aves yang mempunyai bulu dan dapat terbang (Soman,2005 ).
Dilihat secara keseluruhan bagian eksternal dari Columba livia memiliki tubuh yang terdiri atas caput (kepala), cervix ( leher), truncus (badan), cauda (ekor) dan extrimitas (alat gerak). Selain itu, Columba livia  memiliki bulu-bulu dengan bagian-bagiannya.pada bagian caput Columba livia  ini memiliki paruh yang tidak bergigi yang dibentuk oleh maxilla dan mandibula. Selain itu juga terdapat nares (lubang hidung), cera, organon visus, dan porus acusticus externus. Nares terdapat pada bagianlateral rostrum bagian atas. Cera merupakan tonjolan kulit yang lemah pada basis rostrum bagian atas. Organon visus dikelilingi oleh kulit yang berwarna kuning kemerah-merahan, selain itu terdiri dari pupil dan membrane nicyitan yang terdapat pada sudut medial mata. Porus acusticus externus terletak disebelah dosa-caudal mata dan membrane tympani terdapat di sebelah dalamnya berguna untuk menangkap getaran suara (Radiopoetra, 1996)
Bagian cervix merupakan perpanjangan caput sampai ke bagian truncus. Truncus sebagian besar ditutupi oleh bulu. Pada facies dorsalis uropygium terdapat papilla yang mempunyai lubang sebagai muara kelenjar minyak (glanduld uropygialis). Pada bagian. Ekor hanya terdiri dari bulu-bulu yang di bawahnya terdapat kloaka.
kaftareasli

Gambar 5. Anatomi external aves (Columba livia) (www.chestofbooks.com, 2009)


Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu. Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya (Jasin, 1984).

Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:
v  Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.
v  Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.
v  Plumae, Bulu yang sempurna.
v  Barbae
v  Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.
Susunan plumae terdiri dari :
1.)    Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu.
2.)    Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu.
3.)    Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan.
4.)    Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral dari rachis.
Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior, sedangkan lubang pada ujung calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada saat menetas disebut neossoptile, sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile (Hickman, 2001)
Menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi:
  • Tectrices, bulu yang menutupi badan.
  • Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi.
  • Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi:
  • remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia.
  • Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna.
  • Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku.
  • Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu.
  • Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari (Jasin, 1984).
Semi plumae adalah kumpulan bulu barbula yang letaknya tersembunyi di bawah bulu-bulu luar. Bistle adalah bulu perasa berupa shaft yang memanjang melebihi bulu luar, ditemukan pada kepala burung Caprimulgids dan burung penangkap serangga flycatchers (Sukiya, 2003). Bristle yang menutupi lubang hidung terdapat pada burung pelatuk. Hal ini merupakan bentuk adaptasi burung pelatuk agar partikel-partikel kayu tidak masuk saluran pernafasan. Bristle pada burung hantu dan caprimulgids membantu mendeteksi posisi sarang, tempat bertengger dan benda yang menghalangi. Fungsi bristle didukung oleh adanya getaran dan tekanan reseptor dekat folikel bulu (Kant, 2001).
Bentuk bulu ekor burung pada saat tidak terbang bermacam-macam, antara lain berbentuk persegi, bertakik, bercabang, bulu sebelah luar memanjang, bulu ekor dengan raket, bulu tengah panjang, bundar, berbentuk cakram, berbentuk tingkatan, dan berujung runcing (Kant, 2001).

Fungsi bulu pada aves:
1.) Dapat mencegah hilangnya panas tubuh dengan menggoyang-goyangkan bulu mereka dalam cuaca dingin.
2.) Sementara, saat cuaca panas, burung mempertahankan kesejukan tubuh dengan melicinkan bulu-bulu mereka.
3.) Sebagai penutup tubuh
4.) Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk mengemudi dan mengerem.
5.) Untuk memperindah tubuh.
6.) Plumae agar dapat terbang
7.) Filoplumae sebagai sensor
8.) Plamulae berfungsi sebagai isolator
9.) Untuk menghangatkan telur saat mengerami
10.)   Melindungi kulit dari serangga
   
Gambar 3. Bulu pada aves (Sempala.blogspot.com, 2009)
Pada bagian extrimitas (Membrum Liberi ) terdiri atas extrimitas superior dan extrimitas inferior. Extrimitas superior berupa sayap yang skeletonya terdiri dari humerus (tulang lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta), ossa carpalia (tulang pergelangan tangan), carpo metatarsus (tulang telapak tangan), dan digiti (ruas jari). Sedangkan extrimitas inferior berupa tangkai yang terdiri atas patella (tulang lutut), tibio-tarsus (tulang pergelangan kaki), fibula (tulang betis), tarso metatarsus (persatuan antara ossa tarsalia dan ossa metatarsalia), dan phalanges yang terdapat digiti yang mempunyai falcula.

b. Anatomi internal aves
Bagian internal pada aves tersusun dari  beberapa organ vital seperti hepar, vesica fellea, ventriculus, lien, intestinum, coecum, dan vesica urinaria. Selain organ-organ tersebut diaphragm yang terdiri dari centru tendenium yang mengkilat dan berwarna putih, pars muscularis, dan porus. Bagian diaphragm yang terlihat setelah pemotongan pada pangkal menunjukkan adanya bagian-bagian sebagai berikut 1.) costae verae  2.)costae spuriae 3.) costae fluctuantes 4.) sternum.organ-organ dalam yang terdapat dalam tubuh Columbus livia akan membentuk beberapa system yaitu system pencernaan, system respirasi, system urogenital, system nervosum, system integumentum,  dan system transportasi (Kant, 2001).
Gambar 7. Anatomi internal aves (www.wtamu.edu/~rmatlack/pigeon dissection/body cavity, 2009)                       





c. Deskripsi systema
Dalam tubuh aves tersusun dari beberapa system yang tersusun dari kumpulan organ yang mempunyai fungsi dan tugas yang sama. System-system tersebut antara lain:
1.)  System respiration
System pernapasan pada aves termodifikasi untuk bisa menampung oksigen ketika terbang. Aves ini membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sangat banyak daripada kelas yang lain. Pada aves aliran udara hanya satu arah, udara baru datang pada ujung yang satu, dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lain (Radiopoetra, 1996)
Aves bernapas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (saccus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap. Kantong udara terdapat pada :
1.)    Saccus cervicalis, terdapat di pangkal leher.
2.)    Saccus interclavicularis, terdapat antara coracoids.
3.)    Saccus thoracalis anterior, terdapat pada rongga dada depan.
4.)    Saccus thoracalis posterior, terdapat pada rongga dada belakang
5.)    Saccus abdominalism, dikelilingi oleh lingkaran intestinum

Fungsi kantong udara tersebut:
Ø Membantu pernapasan terutama saat terbang
Ø Menyimpan cadangan udara (oksigen)
Ø Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang
Ø Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak

Proses inspirasi pada aves:
Udara yang kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antar tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak  keluar dan tulang dada membesar. Hal itu menyebabkan tekanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar  menuju kantong udara sebagai cadangan udara.
Proses ekspirasi pada aves:
Otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya roongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar daripada tekanan udara luar. Hal ini menyebabkan udara paru-paru yang kaya karbondioksida keluar. Adanya kantong udara pada aves membantu untuk mengumpulkan udara dan memompanya secara teratur ke dalam paru-paru.
Pernapasan burung saat terbang :
Pada saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang korakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru.



2.   System pencernaan
Aves tidak memiliki struktur gigi tetapi aves mempunyai paruh yang sangat kuat dan berfungsi untuk mengambil makanan yang kemudian masuk kedalam rongga mulut lalu menuju kerongkongan. Bagian bawah kerongkongan membesar berupa kantong yang disebut tembolok. Kemudian masuk ke lambung kelenjar (proventriculus) yang menghasilkan getah lambung yang berfungsi untuk mencerna makanan secara kimiawi. Kemudian masuk menuju ventriculus (lambung pengunyah) yang dinding ototnya tebal dan kelenjar pylorusnya menghasilkan secret. Didekat hati terdapat empedal yang biasanya sering terdapat pasir atau batu kecil untuk mencerna makanan secara mekanik. Setelah itu, makanan menuju intestinum tenue. Enzim yang dihasilkan oleh pancreas dan empedu dialirkan ke dalam intestinum tenue. Hasil pencernaan berupa sari-sari makanan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus halus. Sisa makanan didorong ke usus besar kemudian kedalam rectum dan akhirnya dikeluarkan melalui kloaka (Radiopoetra, 1996).
 Sistematis pencernaan makanan pada aves :
Mulut / paruh → Kerongkongan → Tembolok → Lambung kelenjar→Lambung pengunyah → Hati → Pankreas → Usus halus→Ususbesar→Usus buntu → Poros usus (rectum) → Kloaka.
3.) Systema urogenitalia
Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa Columbia livia yang diamati berjenis kelamin betina. Hal ini diketahui karena adanya organa genitalia feminine, yang terdiri dari struktur yang disebut ovarium yang didekatnya terdapat tiga pasang ginjal (ren) yang terdapat disebelah kanan dan kiri. Sistem reproduksi pada jantan memiliki testis yang betuknya seperti kacang buncis kecil, namun ketika musim kawin tiba. Sebelum pembebasan, sperma disimpan pada seminal vesicle, yang seperti testes yang membesar ketika musim kawin. Sejak penis tereduksi, kopulasi adalah bahan yang membawa menuju permukaan hubungan, sehingga jantan selalu dibelakang betina ketika proses perkawinan. Pada burung betina, yang berkembang hanya ovary bagian kiri dan oviduk, sedangkan sebelah kanan mengalami pengecilan menjadi struktur vestigial. Telur dilepaskan dari ovarium dan ditampung dalam oviduk yang meluas, infundibulum. Oviduk mengalir menuju ke kloaka. Ketika telur bergerak turun menuju ke oviduk, albumin atau telur putih, dari kelenjar khusus ditambahkan padanya. Lebih jauh oviduct, membran kulit, kulit dan pigmen kulit juga disekresi oleh telur. Fertilisasi terjadi di sebelah atas oviduct. Sperma dapat hidup dalam oviduk betina selama beberapa hari setelah perkawinan.
Gambar 8. Organa genitalia aves (Xanderzulka.blogspot.com, 2009).               
  Sedangkan organa uropetica terdiri atas ren, hepar, dan pannkreas. Ren (mesoneprhos) yang berjumlah sepasang dan masing-masing terdiri atas 3 lobi. Hepar berwarna kemerah-merahan dan terdiri dari atas 2 lobi (dexter dan sinister). Setiap lobus bermuara pada satu ductus hepaticus yang bermuara pada duodenum. Pankreas terletak antarapars ascendens dan pars descendens duodeni. Biasanya mempunyai tiga saluran yang bermuara pada ascendens duodeni (Radiopoetra, 1996)
4.)    System nervosum
System nervosum pada Columba livia terdiri atas system saraf pusat dan system saraf tepi. System saraf pusat Columba livia terdiri dari otak yang bagian cerebrumnya berkembang dengan baik. Pada system nervosun, encephalon (otak) secara relative lebih besar bila dibandingkan dengan reptilian ( Jasin, 1987 ). Dibagian atas terdapat tiga bagian yang pokok, yaitu :
a.)    Prosencephalon (bagian muka), terbagi atas :
·         Telenchepalon (bagian muka)
·         Diencephalon (bagian belakangnya)
b.)    Mesencephalon (bagian tengah).
c.)    Rhombencephalon, terdiri dari :
·         Metencephalon (bagian atas)
·         Myencephalon (bagian tengah)
5.)    System cardiovascular
Aves (Columba livia) termasuk kedalam hewan berdarah panas yang memiliki temperature internal tubuh yang relative konstan. Columba livia mempunyai jantung (cor) sebagai sentral yang terletak  di linea mediana dan terbagi sempurna atas 4 bagian. Cor dibungkus oleh otot-otot jantung (pericardium). Cor terbagi menjadi 4 ruang yaitu atrium sinistrum, atrium dextrum, ventrikel sinister, dan ventrikel dexter. Antara Atrium sinistrum dan dexter dipisahkan oleh septum atriorum. Ventrikel sinister dan dexter dipisahkan oleh septum ventriculorum (kardong, 2002).
d. Klasifikasi  
Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi Columba livia adalah (Hickman, 2003) :
Kingdom     : Animalia
Filum           : Chordata
Class           : Aves
Orde                        : Columbiformes
Family         : Columbidae  
Genus          : Columba
Spesies        : Columba livia 











BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam Pengamatan Anatomi Eksternal dan Internal Aves pada burung merpati (Columba livia) terdapat beberapa bagian pada tubuh Columba livia. Pada pengamatan secara inspectio didapati bagian-bagian luar tubuh Columba livia meliputi caput (kepala), truncus (badan), bulu-bulu, dan Ekstremitas (anggota gerak).  Bulu-bulu menunjukkan keistimewaan yang dimiliki kelas aves. Sedangkan untuk bagian dalam internal Columba livia yang diamati secara sectio meliputi hepar (hati), ventriculus, lien, intestinum tenue (usus halus), intestinum crassum (usus besar), coecum, lien dan bagian-bagian dari diaphragma. Selain itu, Columba livia memiliki organ tubuh yang lengkap dan merupakan anggota dari hewan vertebrata karena memiliki tulang belakang.
3.2 Saran
 praktikan diharapkan menggunakan pisau yang tajam ketika membunuh Columba livia agar tidak tersiksa. Selain itu, praktikan harus menguasai teknik cara menseksi atau membedah Columba livia  secara benar agar tidak merusak organ-organ vital yang terdapat di dalam tubuh burung merpati  tersebut.








DAFTAR PUSTAKA
Denton, Michael. 1985. Evolution: A Theory in Crisis. Burnett Books. London.
Hickman, J. R. Cleveland P. 2001. Integrated Principles of Zoology. Mc Graww Hill. New York.
Jasin, M. 1987. Zoologi Vertebrata. Penerbit Sinar Wijaya. Surabaya.
Kant, G. C., R. K. Carr.2001. Comparative of the Anatomy Vertebrates Ninth Edition. Mc Graw Hill Companies Inc.New York.
Kardong, K.V. 2002. Vertebrates Comparative Anatomy, Function, Evolution. Mc Graw Hill-Companies Inc. North America.
Radiopoetra. 1996. Zoology. Jakarta. Erlangga.
Soman, Arya, Tyson L. Hedrick and Andrew A. Biewener. 2005. Regional Patterns of Pectoralis Fascicle Strain in the Pigeon (Columba livia) During Level Flight. Harvard University. Amerika.
http://www.chestofbooks.com/animals/zoology…via.html. Diakses pada tanggal 2 April 2010.
http://www.newworldencyclopedia.org/entry/bird. Diakses pada tanggal 2 April 2010.
http://Sempala.blogspot.com/2009/11/an…ung.html. Diakses pada tanggal 2 April 2010.
http://Xanderzulka.blogspot.com/2009/12…ung.html. Diakses pada tanggal 2 April 2010.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar